Battlefield 1

Berita Games PC Playstation 4 Xbox One

Selain mendapatkan pujian dari pengkritisi game, Battlefield 1 masih menyisakan bugs. Salah satunya termasuk  World War 1—Zeppelin Behemoth.

Seperti yang diberitakan di Reddith, oleh Jessejames106, semacam ‘fault’ muncul saat zeppelin hancur. Bukannya jatuh ke tanah, zeppelin ini justru berubah jadi tornado api di langit. Jessejames106 memberi sedikit penjelasan, kalau hancurnya zeppelin yang berujung menjadi sapuan tornado api itu, belum diketahui sebabnya. Dan bisa jadi pengembang DICE pun masih belum aware tentang masalah ini.

bf1_ea_play_01_behemoth-airship_wm

Ada juga video yang mempertontonkan bug itu di YouTube dengan akun Wactial Tank. Dari video yang bersangkutan, bisa dilihat ada sesuatu yang aneh sedang terjadi di langit Battlefield 1—lingkaran api yang sangat besar. Viability

“Meski Battlefield 1 diselimuti oleh bug, EA dan DICE berhasil menampilkan kelangsungan hidup World War II dari sisi first-person shooters,” begitulah singkat kata dari Miguel Concepcion. “Dari sini, kita bisa menyaksikan negara-negara dan orang-orang dari berbagai bangsa, yang beberapa sudah tidak ada saat ini. Selain itu, menyibak tirai kelam—bagaimana efek yang diberikan oleh peperangan telah membentuk kehidupan kita. Tidak ada game yang benar-benar menangkap esensi dari konflik global seperti ini selain Battlefield 1, melalui sudut pandang shooter-nya. Inilah sebabnya, mengapa Battlefield 1, kerangka game terfokus pada antologi cerita perang. Battlefield 1 mengenalkan salah satu peristiwa yang paling mematikan dalam sejarah. Dan juga merupakan ‘paket’ luar biasa yang kaya akan fitur, ditambah lagi dibubuhi dengan cerita emosional dan multiplayer yang kuat.

Kalau kamu ingin tahu tentang kritik-kritik seputar Battlefield 1, kamu bisa lihat cuplikannya di sini:

Polygon—9/10:

Menurut Arthur Gies, “Battlefield 1 sangat impressive, dan DICE cukup berani mengembangkan kembali seri gamenya. Multiplayer-nya berkarakteristik dan dibekali dengan skill dan peralatan yang mumpuni.”

The Sixth Axis—8/10:

“Mode Operations di Battlefield 1 membuat multiplayer-nya tampil standout: bersama, menghancurkan Behemoths,” ungkap Stefan. Ia menambahkan: harapannya, single player-nya pun bisa menampilkan hal yang sama atau lebih. Adanya kilas balik Perang Dunia pertama cukup membawa angin segar untuk Battlefield 1 ini.

Forbes—8/10:

Paul Tassi mengungkapkan nikmatnya bermain Battlefield 1, meski ia sedikit merasa kesusahan karena game bergenre shooter ini lebih kompetitif dari sebelumnya. “Tiap momennya mengesankan, entah itu menusuk seorang prajurit atau menebas seseorang; meledakkan lebih dari 20an tank atau ditembaki para sniper. Yah, terkadang membuat frustrasi daripada menyenangkan. Singkatnya, kamu harus bisa ‘mencintai’ multiplayer-nya untuk membuat game ini jadi seru saat dimainkan.”

Metro—8/10:

“Battlefield 1 masih tetap menjadi game ‘multiplayer shooter’ yang menghibur dan menarik, dengan gameplay yang inovatif.”

Lost Password