Gameplay dari Zelda: Breath of the Wild and Prey Dipertontonkan di The Game Awards

Berita Games

Nintendo mengumumkan, bahwa gameplay teranyar The Legend of Zelda: Breath of the Wild akan dipertontonkan di The Game Awards, 1 Desember. Seperti yang tertera di twitter resmi Nintendo of America: “Catch @thegameawards on 12/1 for an exclusive look at The Legend of Zelda: Breath of the Wild.”

Geoff Keighley, selaku produser dan host The Game Awards, juga mempost 2 image seputar teaser seri game terbaru The Legend od Zelda di akun twitternya. Yang pertama adalah gambar rune yang terlihat seperti Eye of Truth dari The Legend of Zelda: Ocarina of Time. Dan yang kedua adalah gambar promosi Zelda.

Tanggal rilis resminya The Legend of Zelda: Breath of the Wild memang belum pasti, tapi menurut Nintendo; game ini akan keluar di tahun 2017. Direncanakan, game The Legend of Zelda: Breath of the Wild ini dirilis untuk Wii U dan platform Nintendo yang anyar, Switch.

Ada juga kabar beredar yang mengklaim The Legend of Zelda: Breath of the Wild akan diluncurkan di bulan Maret, bersamaan dengan Switch. Dan, di awal bulan November, Eurogamer justru mendengar kabar dari beberapa sumber, bahwa Breath of the Wild tidak akan masuk ke daftar game di Swicth, dan bisa jadi justru Mario game terbaru.  Yah, perlu diingat kalau informasi-informasi itu asalnya bukan dari pihak Nintendo. Pihak Nintendo pun masih belum menanggapi berita-berita tersebut. Yang bisa dilaporkan, proses pembuatan The Legend of Zelda: Breath of the Wild diluar perkiraan, memakan waktu cukup lama. Dan game ini perlu dites setidaknya 4-6 bulan.

Kembai ke The Game Awards, ada game lain yang dipertontonkan gameplay untuk pertama kali. Gameplay lain yang dipertunjukkan di The Game Awards itu adalah Prey, keluaran Bethesda. Di antara E3 Bethesda yang muncul di tahun ini adalah Prey, sebuah brand-new game dari Dishonored, developer Arkae Studios.

Prey, nama ini membuat sebagian orang bingung lantara nama gamenya sama seperti seri game yang ada di Bethesda. Menanggapi hal itu, Direktur Raphael Colantonio menjelaskan; “Prey bukan sekuel dan bukan remake. Ini tidak ada hubungannya dengan originalnya.” Sang direktur juga mengklarifikasi, Prey mengusung tema psychological-thriller. Bukan hanya shooting, ini lebih ke arah hybrid game di mana gaya ceritanya dimix dengan action dan sedikit bumbu RPG.”

“Ada juga combat, meski kamu bertarung dengan kekuatan yang didapatkan dari alien, juga senjata seperti shotguns dan gadget lainnya.” Lanjutnya, seraya menjelaskan Prey mengambil setting di space station tempat para ilmuwan bekerja.

Lost Password