Review Game – Diluvion

Review Review PC
5

Average

Game ini ditempatkan dalam dunia post-apocalypse dimana manusia tidak pergi ke luar angkasa atau tinggal diantara sampah nuklir, melainkan mereka membuat kehidupan dibawah air, dengan kapal selam steampunk dan habitat untuk berlindung. Satu-satunya harapan untuk kembali ke daratan adalah artefak kuno yang berada di dasar laut.3196554-ss_0f64d514709c615e53bfd3856b386a18d220f041.1920x1080

Sebagai kapten dari kapal kecilmu, kamu diberi tugas untuk merekrut kru yang handal, membangun kapal yang kuat untuk menahan tekanan air yang kuat di kedalaman laut, dan menemukan artefak-artefak kuat sebelum orang lain. Dalam perjalanan menuju ke dasar laut, kamu akan memerlukan part-part penting, bertemu orang-orang penting, dan memperkuat kapalmu. Sebagian besar waktu petualangan termakan untuk mencari supply dan item-item penting di daerah-daerah berbahaya yang dipenuhi dengan ranjau dan monster bawah laut — dan sulit untuk mengabaikan fakta bahwa kapal-kapal lain yang gagal dan hancur untuk memasuki daerah yang sama. Ada lagi yang umum kita temukan dalam perjalanan adalah pedagang bawah laut yang terjebak di daerah terisolir, menunggu seseorang untuk datang membantu mereka pergi dari sana.

Diluvion tidak hanya menyeramkan saja, ada sisi baiknya. Perjalanan yang secara perlahan membuatmu mengenang setiap landmark yang kamu lalui, kebanyakan berbentuk megah, kota-kota yang megah, dan kebanyakan checkpoint adalah patung buatan manusia yang ditutupi es atau lumut.3196560-ss_893a01cc792749c48fb0d835aef51c58c3767dcd.1920x1080

Diluvion memiliki kontrol dan UI yang memibingungkan. Ini menjadi masalah ketika bertarung. Pilihan kamu ada dua, untuk menyerang musuh, atau berputar menghindarinya. Hanya itu saja taktiknya, dan pertarungan dalam game ini sedikit mirip dengan Assassin’s Creed: Black Flag. Pertarungan boss cukup mudah dipahami, dan seiring waktu boss dan musuh semakin banyak jenisnya dan semakin besar-besar bentuknya.

Ketika tidak bertarung, kamu menjelajah. Kamu akan mendapat daftar objective untuk setiap mission, kebanyakan diantaranya adalah untuk menjelajah daerah asing untuk mendapatkan sesuatu. Disamping side mission, game ini didasari dengan navigasi seantero dunia Diluvion. Ada map dalam game yang tidak menunjukkan posisi player. Bantuan navigasi hanyalah sekelompok ikan berwarna emas yang yang muncul sesekali dan seringnya mereka berenang menembus dinding — yang sudah pasti kamu tidak bisa lakukan. Checkpoint berada sangat jauh dari tempat kamu memulai, dan tidak mengejutkan jika kamu kehabisan udara dalam perjalanan kembali kecuali jika kamu membeli tangki udara yang lebih besar.3196568-diluvion-2

Ada beberapa masalah di game ini, yaitu situasi di dalam kapal selammu yang selalu “tersesat tanpa harapan”. Game ini membuatmu melakukan navigasi tanpa bantuan, dan kamu terjebak dengan persediaan yang terbatas (seperti udara dan makanan untuk para kru) yang membatasi seberapa lama kamu bisa menjelajah sebelum harus kembali untuk mengisi ulang makanan, udara, dan bahan bakar.

Dalam setiap elemen dalam game ini memberi pengalaman dan melatih ketahanan mental karena stress. Dan seiring perjalanan kamu akan mengungkap cerita-cerita dari awal game, namun terkadang cerita yang terungkap tersebut tidak terlalu penting.

5

Average

Lost Password