Review Game – Final Fantasy XV

Review Review PS4
8

Great

Game Final Fantasy XV biasanya ‘diliat’ dari segi para karakter dan cerita-ceritanya yang ‘berlapis-lapis’. Dalam akhir cerita game FFXV, kamu akan disulitkan oleh banyak trial begitu pula quest. Ada juga bermacam treasure terbaik yang bisa kamu temui di open worldsnya Final Fantasy XV. Di FFXV ada sekitar 80 side quest dan 14 cerita.Final fantasy

Cerita Final Fantasy XV berkisar pada perjalanan Pangeran Noctis dan 3 orang bodyguardnya, dalam rangka ingin mengambil alih kembali tahta kepemimpinan kekuasaan Ayahnya—Raja Reigs—yang tewas dibunuh oleh musuh; sekaligus berusaha mengembalikan keseimbangan dunia, karena pihak musuh juga merampas sebuah kristal—ancestral weapon—yang menjaga kestabilan dunia, Eos. Nah, dalam perjalanannya itu Noctis harus menemukan keberadaan kristal dan melawan ribuan monster. Namun, tidak seperti kebanyakan long quest di game-game petualangan; Final Fantasy XV menyajikan setting dengan elemen real-world. Perjalanan si pangeran dan trio bodyguardnya ini terlihat sangat kasual layaknya sedang piknik. Mereka tidur di motel, makan malam di depot makanan, saling bergosip di sela-sela misi mereka sembari mengendarai mobil kap terbuka. Pakaian yang dipakai pun bukan armor melainkan baju-baju dengan style yang fashionable.

Tidak seperti pendahulunya, Final Fantasy XV mencakup contemporary open-world game sejak awal, di mana kamu bisa menjelajahi lingkungan yang disajikan dunia FFXV dengan bebas dan melakukan side quest di waktu senggangmu. Di Townsfolk, sepertinya orang-orang tidak menyadari status kebangsawananmu, yang membuatmu bisa terlibat dalam macam-macam task seperti pemeliharaan infrastruktur, pekerjaan lapangan, perburuan gem atau light farming. Sedang dari sudut para bodyguardmu: Galdious, si otot; Ignis, si jenius; dan Prompto, si pencair suasana—terlihat menikmati waktu mereka menaiki mobil keren mereka mengelilingi Eos sembari melempar guyonan dan berselfie ria. 3161954-final+fantasy+xv_20161121201247

Di pertengahan awal cerita, misi-misinya didesain untuk membuatmu terbiasa dengan “pasang-surut dan aliran”-nya open world, seperti menghasilkan uang dan di mana harus menghabiskannya; lalu bagaimana caranya untuk kembali segar setelah seharian banting tulang. Dan yang lebih penting, belajar caranya bertarung. Banyak yang perlu dimanage di sebuah pertarungan, meski kamu bisa pause gerakan untuk re-equip karaktermu atau mempersenjatai diri di tengah pertarungan. Combat di Final Fantasy XV seringkali non-stop dan berubah-ubah, sangat berbeda dengan combat system Final Fantasy sebelumnya.

Walaupun dari segi cerita terlihat dangkal dan para karakternya yang tidak terlalu meninggalkan kesan, Final Fantasy XV masih bisa menghiburmu dengan dunianya yang indah, Eos juga segudang quest  yang menantang, lengkap dengan monster-monster besarnya, senjata-senjata legendaries, juga dungeon yang misterius . Makan waktu 30 jam untuk menuju ending cerita dari Final Fantasy XV ini.

8

Great

Lost Password