Review Game – Mafia III

Review PC Review PS4 Review Xbox One
6

Fair

Ada hal yang tak terbantahkan seputar Mafia III. Setting yang terinspirasi oleh New Orleans dan soundtrack klasik 60an, dikombinasi dengan storyline yang kaya dan luar biasa; sehingga menciptakan ‘sense of immersion’ yang jarang ditemukan di triple-A game. Hanya saja, feeling itu, tidak kamu rasakan di sisa permainan. Game Mafia III ini juga cacat di segi teknisnya dari awal hingga akhir.

Storyline-nya berkisah seputar Lincoln Clay, lelaki yatim piatu yang diadopsi oleh pimpinan Bordeaux—seorang pahlawan perang yang baru kembali dari Vietnam di 1968, sekaligus korban pengkhianatan keji oleh bos kejahatan, Sal Marcano. Narasinya berkutat pada cerita balas dendam, tetapi berujung dengan akhir cerita gaya Shakespeare yang membuatmu mengerti dan memahami lebih dalam, setiap masing-masing karakternya.3130316-2k_mafiaiii_gamescom_screenshots_combat09

Penceritaannya mencampurkan cutscenes di 1968 dengan gaya footage shot ala film documenter, dan video Congressional yang muncul di sela-selanya. Gaya penceritaan ini bisa dibilang merupakan cara terbaik dalam menyampaikan sebuah cerita secara utuh. Bahkan side characters-nya mendapat cukup perhatian, serta detail-detail kecil seperti radio hosts yang dengan sempurna menggambarkan momen, betapa kacau-balaunya tempat yang menjadi latar belakang dalam game kala itu.

Kamu pun juga akan menemukan beberapa karakter yang ada di Mafia II. Seperti. tokoh protagonis Vito Scaletta; yang kembali dengan titel sebagai salah satu dari 3 underbosses yang beraliansi dengan Lincoln untuk melawan Marcano. Misi Lincoln untuk balas dendam berlangsung bersamaan dengan responnya akan kekuatan, kekuatan yang ia bagi selama permainan sitdowns—scenes di mana Lincoln berkumpul dengan para pengikutnya, mengelilingi meja, bicara tentang bisnis. Pada dasarnya, setiap kamu merebut distrik baru, kamu harus mengangkat seorang leader di tempat itu; yang akan memberimu senjata-senjata baru sebagai imbalannya. Perlu kamu ingat, jangan sampai kamu menghiraukan, satu saja komradmu; karena bisa saja mereka akan jadi pihak yang bertentangan denganmu.3130314-2k_mafiaiii_gamescom_screenshots_combat07

Mafia III berhasil memasukkan konsep ‘mafia’ dengan apik. Namun, yang disayangkan, sitdowns hanya berjalan sebatas konsep, tidak di prakteknya; di bagian di mana kerjasama yang dijalin, tidak selalu berbuah manis. Misalnya, Vito dan Cassandra menawarkan banyak keuntungan seperti menambah jumlah ammo untuk semua persenjataan. Di lain sisi, kamu harus tetap berhati-hati dengan komradmu yang lainnya.

Meski sitdowns terdengar tidak berjalan lancar, setidaknya sitdowns menawarkan gameplay yang orisinil walau tidak semuanya. Gameplay Mafia III ini jadi semakin menarik dan menyenangkan untuk dimainkan. Dengan bumbu: HItman-light stealth mechanic, kombinasi cinematic dan skenario yang apik, juga animasi yang menampilkan kematian para musuh yang mengerikan tapi juga memuaskan, serta dipenuhi dengan misi yang melelahkan, Mafia III akan membuatmu excited.

 

 

6

Fair

Lost Password