Review Game – Robinson: The Journey

Review Review PS4
7

Good

Crytex telah bereksperimen untuk membuat game-gamenya lebih terasa ‘dalam’ dengan memanfaatkan teknologi baru untuk sementara, apakah itu penggunaan efek 3D yang luar biasa di game Crysis atau Oculus Rift yang mengesankan. Sang developer pun mengambil experience itu dan memasukkannya ke PlayStation VR, dan meluncurkan Robinson: The Journey, sebuah permainan virtual-reality yang hebat.3165771-robinson-the-journey-screen-08-ps4-us-09nov16

The Journey sendiri berkisah tentang seorang bocah bernama Robin, satu dari ribuan penumpang sebuah starship yang besar mencari dunia baru untuk ditinggali. Pesawat ini, Esmeralda, jatuh di Tyson III, sebuah planet yang bisa dihuni manusia, berada di period yang sama dengan Creataceous. Sayangnya, Robin dan robotnya AI orb yang dikenal dengan sebutan HIGS, rupanya menjadi satu-satunya yang selamat dari jatuhnya pesawat Esmeralda.

Tidak lama setelah mendarat di Tyson III, Robin menemukan T-rex lucu yang baru saja menetas. Begitu melihatnya, ia pun mengambil dan merawatnya bahkan memberinya nama, Laika. Kisah mereka kemudian ‘melompat’ ke satu tahun kemudian: di mana Robin dan HIGS berhasil membuat sebuah pod untuk membawa mereka pulang. Dalam setahun, mereka juga berladang dan melindungi kebun mereka itu dengan pagar energy. Bayi Laika pun juga sudah lumayan terlatih.3165768-robinson-the-journey-screen-06-ps4-us-09nov16

Daya tarik dari petualangan si Robin dan kawan-kawannya ini terletak pada ‘pertunjukan’ si dinosaurus yang amat apik divisualisasikan melalui VR. Visual yang dihasilkan sangat bagus, menjadikannya permainan PlayStation VR yang mengesankan, juga menarik—permainan yang atraktif. Crytex telah merubah demo VR-nya yang terdahulu seperti “Back to Dinosaur Island” dan “The Climb” menjadi suatu narrative-focused experience yang berkutat pada explorasi dan puzzle-solving, yang menunjukkan VR bisa menawan hati dan dalam.

Robin men-tracking bermacam jalan dari home basenya, mencari kepingan memori non-functional milik unit HIGS. Pencarian robot-robot ini dipersulit oleh bentuk topografi planet Tyson III dan penghuni-penghuninya yang besar-besar, makhluk-makhluk prehistorik. Tapi, untungnya, Robin dengan gerakan gesitnya yang seperti monyet, membuatnya bisa bergerak leluasa dan dengan mudah memanjat ke sana kemari di antara tetumbuhan, tebing-tebing dan lainnya.3165768-robinson-the-journey-screen-06-ps4-us-09nov16

Saat, ketika kamu melihat permainan Robinson: The Journey melalui sudut pandang HIGS, pemandangan yang kamu lihat tampak mengesankan. Game ini menggunakan efek 3D untuk menciptakan ‘kedalaman’ yang menyeluruh dengan amat apik, meski tetap ada bagian yang kabur seperti hologram. Namun, tetap saja, visual yang ditawarkan Robinson: The Journey masih tetap mengagumkan, tidak peduli berapa kali kamu memainkan. Dan Crytex sudah membuktikannya.

Sebagai info tambahan, ada keuntungan yang cukup kentara, jika kamu memainkan Robinson: The Journey ini via PlayStaion Pro, yaitu berkurangnya motion sickness, dengan memilih opsi smooth-turning.  Jadi permainanmu, makin seru.

7

Good

Lost Password